Jurusan PPG FTIK UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Gelar Workshop Inovasi Pembelajaran di Masa Bencana
Lhokseumawe — Jurusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menyelenggarakan Workshop Pendidikan Profesi Guru dengan tema “Inovasi Pembelajaran di Masa Bencana” pada tanggal 24–25 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Diana Lhokseumawe dan diikuti oleh guru sekolah dan madrasah dari Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bireuen, serta Kota Lhokseumawe.
Workshop ini dihadiri oleh jajaran pimpinan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, di antaranya Rektor, Wakil Rektor III, Dekan FTIK, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUAD), Direktur Ma’had, Kepala LPM yang diwakili oleh Sekretaris LPM, Wakil Dekan I Fakultas Syariah, Wakil Dekan FTIK, serta Kasi Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama Kota Lhokseumawe, dan panitia pelaksana.
Dalam sambutannya, Dekan FTIK UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr. Jumat Barus, MS, menyampaikan bahwa workshop ini menjadi bagian dari upaya FTIK dalam memperkuat kompetensi profesional guru, khususnya dalam merespons tantangan pembelajaran pada situasi darurat dan kebencanaan. Menurutnya, guru dituntut tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga inovatif dalam merancang pembelajaran yang tetap bermakna bagi peserta didik.
Kegiatan workshop ini secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag. Dalam arahannya, Rektor menegaskan pentingnya penguatan inovasi pembelajaran di masa bencana sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan profesional guru. Ia berharap melalui kegiatan ini para peserta mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang fleksibel, kontekstual, dan berorientasi pada keberlanjutan pendidikan di tengah kondisi krisis.
Melalui workshop ini, Jurusan PPG FTIK UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas guru sekolah dan madrasah, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi keagamaan Islam dalam pengembangan pendidikan yang responsif terhadap kondisi sosial dan lingkungan.