Materi Kedua Workshop PPG FTIK UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Bahas Inovasi Pembelajaran Adaptif di Masa Bencana
Lhokseumawe — Rangkaian kegiatan Workshop Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan tema “Inovasi Pembelajaran di Masa Bencana” yang diselenggarakan oleh Jurusan PPG Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe pada tanggal 24–25 Desember 2025 di Hotel Diana Lhokseumawe berlanjut dengan penyampaian materi kedua yang berfokus pada strategi pembelajaran adaptif dalam situasi kebencanaan.
Materi kedua bertajuk “Inovasi Pembelajaran sebagai Respon Adaptif dalam Menghadapi Masa Bencana” disampaikan oleh Dr. Nurmaida, M.Pd yaitu Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Pemateri dikenal sebagai sosok yang aktif dalam pengembangan pendidikan, baik melalui kegiatan pelatihan dan workshop, maupun kontribusinya dalam penulisan artikel pada jurnal ilmiah.
Dalam pemaparannya, pemateri menekankan bahwa pendidikan tanggap bencana memerlukan inovasi yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh aspek psikososial peserta didik. Oleh karena itu, guru dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi digital secara kreatif dan kolaboratif agar proses pembelajaran tetap berlangsung secara efektif meskipun dalam kondisi darurat.
Adapun strategi pendidikan tanggap bencana yang dipaparkan meliputi:
- Pembelajaran Hybrid Darurat, sebagai solusi fleksibel menggabungkan pembelajaran daring dan luring sesuai kondisi lapangan;
- Microlearning Digital, yaitu penyajian materi pembelajaran dalam bentuk singkat, padat, dan mudah diakses;
- Jurnal Digital Emosi dan Refleksi, sebagai sarana pendukung pemulihan psikososial peserta didik;
- Kelas Virtual Healing (Ruang Aman Digital) untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menenangkan;
- Project Digital “Website Sekolah Bangkit” sebagai media kolaboratif dan sarana aktualisasi peserta didik;
- Bank Materi Digital Darurat yang dapat diakses kapan saja saat kondisi pembelajaran terganggu;
- Kolaborasi Digital antara Guru dan Orang Tua sebagai kunci utama dalam proses pemulihan pendidikan pascabencana.
Materi ini disambut dengan antusias oleh para peserta workshop yang berasal dari berbagai daerah. Diskusi interaktif yang berlangsung menunjukkan tingginya kepedulian guru terhadap pentingnya kesiapsiagaan dan inovasi pembelajaran di tengah situasi krisis.
Melalui materi ini, diharapkan para peserta Workshop PPG semakin memiliki wawasan dan keterampilan praktis dalam merancang pembelajaran yang adaptif, humanis, dan berkelanjutan, sehingga pendidikan tetap dapat berjalan optimal meskipun dihadapkan pada kondisi bencana.